Kerapuhan hatiku bukan aku yang minta
Dia begitu rapuh oleh sentuhan-sentuhan kalimat bagai pedang
Mengoyak-ngoyak hati hingga mata ini mengeluarkan airnya
Oh, hati yang peka...
Sampai kapan kau akan begini ?
May 15, 2009
January 07, 2009
Warna Dunia
Mata itu...
Memberikan segala rahasia
Yang selama ini kau simpan
Kau tutupi dalam-dalam
Dengan keindahan warna dunia
Yang bisa kau miliki
Bukan aku...
Yang bisa kau perdaya
Karena ku telah melihat semuanya
Yang kau anggap itu khayalku
Biarkan aku berkata
Tidak bisa menemani mata itu
Berkelana...
Karena aku tidak punya rahasia
Seperti yang kau punya..
Memberikan segala rahasia
Yang selama ini kau simpan
Kau tutupi dalam-dalam
Dengan keindahan warna dunia
Yang bisa kau miliki
Bukan aku...
Yang bisa kau perdaya
Karena ku telah melihat semuanya
Yang kau anggap itu khayalku
Biarkan aku berkata
Tidak bisa menemani mata itu
Berkelana...
Karena aku tidak punya rahasia
Seperti yang kau punya..
November 27, 2008
Menemui-Mu
Pergi ke sana ...
Mencari diri sendiri
Belum bisa mengatakan
Kapankah itu ...
Hanyalah harapan
Harapan yang ingin segera diwujudkan
Sehingga sekarang, harapan itu adalah mimpi
"Mimpi di siang bolong" kata orang
Bolehkah aku bermimpi
Kemudian esok, mimpiku dikabulkan
Kalaupun boleh...
Beritahu aku caranya...
Menemui-Mu ...
Menemui aku juga ...
Walau Engkau
Selalu ada di hatiku..
Mencari diri sendiri
Belum bisa mengatakan
Kapankah itu ...
Hanyalah harapan
Harapan yang ingin segera diwujudkan
Sehingga sekarang, harapan itu adalah mimpi
"Mimpi di siang bolong" kata orang
Bolehkah aku bermimpi
Kemudian esok, mimpiku dikabulkan
Kalaupun boleh...
Beritahu aku caranya...
Menemui-Mu ...
Menemui aku juga ...
Walau Engkau
Selalu ada di hatiku..
October 11, 2008
Pemilik Kemegahan
Tak tahu mengapa...
Kemegahan yang kulihat itu begitu menyilaukan mata
Membuat kepalaku ingin menunduk..
Dan membuatku merenung sejenak saat itu juga..
Kemegahan yang aku lihat itu
Menyiratkan keangkuhan
Menyiratkan kepura-puraan
Apakah mereka belum mengetahui
Bahwa hidup ini mengejar kesucian hati?
Mengejar-Mu..
Dan akan menemui-Mu
Pemilik Kemegahan..
Kemana saja mereka selama ini?
Aku sungguh prihatin melihat mereka
Aku hanya bisa berharap
Semoga mereka mendapatkan petunjuk-Mu..
Kemegahan yang kulihat itu begitu menyilaukan mata
Membuat kepalaku ingin menunduk..
Dan membuatku merenung sejenak saat itu juga..
Kemegahan yang aku lihat itu
Menyiratkan keangkuhan
Menyiratkan kepura-puraan
Apakah mereka belum mengetahui
Bahwa hidup ini mengejar kesucian hati?
Mengejar-Mu..
Dan akan menemui-Mu
Pemilik Kemegahan..
Kemana saja mereka selama ini?
Aku sungguh prihatin melihat mereka
Aku hanya bisa berharap
Semoga mereka mendapatkan petunjuk-Mu..
September 16, 2008
Danau Kedamaian
Temanku satu ini baru aku kenal...
Setengah tahun pun belum sampai
Kekaguman yang tampak dari raut wajahku
Yang tidak mudah aku temui di perjalananku
Kekerasan hatinya tidaklah jauh dengan kekerasan hatiku...
Berkaca pada diri sendiri memang kadang tak ingin
Apalagi jika melihat keaiban diri
Apapun perjalananku ini..
Aku hanya ingin kedamaian
Setenang air danau yang segar di pagi hari...
Hingga aku ingin selalu bertemu danau itu
Setiap hari...
Setengah tahun pun belum sampai
Kekaguman yang tampak dari raut wajahku
Yang tidak mudah aku temui di perjalananku
Kekerasan hatinya tidaklah jauh dengan kekerasan hatiku...
Berkaca pada diri sendiri memang kadang tak ingin
Apalagi jika melihat keaiban diri
Apapun perjalananku ini..
Aku hanya ingin kedamaian
Setenang air danau yang segar di pagi hari...
Hingga aku ingin selalu bertemu danau itu
Setiap hari...
Nanti
Tak disangka...
Bahwa waktu begitu cepat berlalu
Apa yang sudah aku lakukan selama ini ?
Apakah sesuatu yang berguna ?
Atau sebaliknya ?
Apakah juga hanya mengulur waktu ?
Bukankah aku sudah bertekad ?
Atau aku sudah melupakan tekad itu ?
Aku rasa...
Aku belum mampu mengurus waktu
Tak tahulah apa jadinya nanti...
Bahwa waktu begitu cepat berlalu
Apa yang sudah aku lakukan selama ini ?
Apakah sesuatu yang berguna ?
Atau sebaliknya ?
Apakah juga hanya mengulur waktu ?
Bukankah aku sudah bertekad ?
Atau aku sudah melupakan tekad itu ?
Aku rasa...
Aku belum mampu mengurus waktu
Tak tahulah apa jadinya nanti...
September 28, 2007
Keinginanmu
Manusia mulia ...
Kami melihatmu ...
Dan tak sanggup berkata-kata
Selain ucapan doa
Untukmu ...
Penyayang kami
Pengayom kami
Penuntun keselamatan kami
Di luar dunia fana ini
Sekarang ...
Kau bangkit untuk kami
Habiskan waktu tidak sia-sia
Itulah keinginanmu ...
Namun ...
Masamu telah usai ...
Berbaringlah lagi ...
Kami akan meneruskannya
Bila Sang Kuasa mengizinkan ...
Kami melihatmu ...
Dan tak sanggup berkata-kata
Selain ucapan doa
Untukmu ...
Penyayang kami
Pengayom kami
Penuntun keselamatan kami
Di luar dunia fana ini
Sekarang ...
Kau bangkit untuk kami
Habiskan waktu tidak sia-sia
Itulah keinginanmu ...
Namun ...
Masamu telah usai ...
Berbaringlah lagi ...
Kami akan meneruskannya
Bila Sang Kuasa mengizinkan ...
Sepahit Apapun
Sahabatku...
Mengenalmu adalah sebuah penghargaan
Semanis madu
Tapi ...
Seharusnya aku tidak berada di sini
Melainkan di sana
Di tempat yang sebenarnya
Kalau saja aku mengetahui
Sebelumnya ...
Sepahit apapun
Kebenaran itu ...
Tidak bisa digantikan
Mengenalmu adalah sebuah penghargaan
Semanis madu
Tapi ...
Seharusnya aku tidak berada di sini
Melainkan di sana
Di tempat yang sebenarnya
Kalau saja aku mengetahui
Sebelumnya ...
Sepahit apapun
Kebenaran itu ...
Tidak bisa digantikan
September 03, 2007
Sekarang
Bukankah aku pernah berkata
Aku ingin bertemu
Sekarang juga
Bukan besok
Bukan lusa
Tapi mengapa
Kau belum menjemputku
Sudah lama ...
Tolonglah ...
Atau
Biarkanlah aku
Menangis lagi
Karena menunggu
Dirimu ...
Yang belum tiba juga
Tuk membawaku
Ke tanah tinggi ...
Aku ingin bertemu
Sekarang juga
Bukan besok
Bukan lusa
Tapi mengapa
Kau belum menjemputku
Sudah lama ...
Tolonglah ...
Atau
Biarkanlah aku
Menangis lagi
Karena menunggu
Dirimu ...
Yang belum tiba juga
Tuk membawaku
Ke tanah tinggi ...
July 20, 2007
Kejelasan
Kaca sudah dibersihkan
Sekarang
Kau bisa melihat luar
Jelas gambarannya ...
Tidak perlu lagi banyak bertanya
Apa yang terlihat
Dan mengapa itu ada di sana
Tapi ...
Banyak sekali debu ...
Jadi
Kau hanya perlu membersihkannya
Setiap waktu
Supaya jelas
Pandanganmu ...
Sekarang
Kau bisa melihat luar
Jelas gambarannya ...
Tidak perlu lagi banyak bertanya
Apa yang terlihat
Dan mengapa itu ada di sana
Tapi ...
Banyak sekali debu ...
Jadi
Kau hanya perlu membersihkannya
Setiap waktu
Supaya jelas
Pandanganmu ...
April 16, 2007
Pemberian
Wahai Sang Pemberi …
Maha Suci Engkau sebanyak seluruh ciptaan-Mu
Kami butuh Cinta-Mu
Tanpa akhir …
Kami ingin mencintai-Mu
Tanpa kepura-puraan …
Kami butuh perlindungan-Mu
Untuk mewujudkannya …
Berikanlah pada kami
Tanpa akhir …
Maha Suci Engkau sebanyak seluruh ciptaan-Mu
Kami butuh Cinta-Mu
Tanpa akhir …
Kami ingin mencintai-Mu
Tanpa kepura-puraan …
Kami butuh perlindungan-Mu
Untuk mewujudkannya …
Berikanlah pada kami
Tanpa akhir …
February 25, 2007
Meluntur
Siang itu
Aku melihat ke atas
Sungguh menyejukkan
Orang bilang itu adalah awan
Putih
Menggumpal
Dengan latar biru langit
Menjernihkan mata
Menentramkan jiwa
Semua yang terasa berat menjadi ringan
Indah sekali ciptaan-Mu
Satu dari tak terhingga
Aku malu ...
Dengan kesombonganku
Yang mengental dan melekat
Di hati
Ingatkanlah aku selalu
Akan Kebesaran-Mu
Agar kesombongan diriku ini
Dapat meluntur
Segera
Sampai habis ...
Aku melihat ke atas
Sungguh menyejukkan
Orang bilang itu adalah awan
Putih
Menggumpal
Dengan latar biru langit
Menjernihkan mata
Menentramkan jiwa
Semua yang terasa berat menjadi ringan
Indah sekali ciptaan-Mu
Satu dari tak terhingga
Aku malu ...
Dengan kesombonganku
Yang mengental dan melekat
Di hati
Ingatkanlah aku selalu
Akan Kebesaran-Mu
Agar kesombongan diriku ini
Dapat meluntur
Segera
Sampai habis ...
December 15, 2006
Aku Yakin
Anak itu tidak banyak bicara padaku
Tentang apa yang dia pikirkan
Harinya sederhana
Kadang aku memperhatikannya
Apa yang dia inginkan hari itu
Aku tetap tidak menemukan
Tiga tahun bukan waktu yang pendek
Aku kira dia tak pernah membutuhkanku
Baru hari ini aku sadar
Betapa berartinya diriku baginya
Hanya dengan kalimat
"Jangan pergi"
Ohh ...
Kemana saja kamu selama ini, sayang ?
Aku sudah memutuskannya
Dan aku yakin
Kamu pasti mendapatkan penggantiku
Tentang apa yang dia pikirkan
Harinya sederhana
Kadang aku memperhatikannya
Apa yang dia inginkan hari itu
Aku tetap tidak menemukan
Tiga tahun bukan waktu yang pendek
Aku kira dia tak pernah membutuhkanku
Baru hari ini aku sadar
Betapa berartinya diriku baginya
Hanya dengan kalimat
"Jangan pergi"
Ohh ...
Kemana saja kamu selama ini, sayang ?
Aku sudah memutuskannya
Dan aku yakin
Kamu pasti mendapatkan penggantiku
Menjelang Hari Itu ...
Kau katakan dengan lembut
akan ada hari yang bakal berbeda
meskipun setiap hari tidak ada yang sama
Mulai akhir purnama ini
tempat itu akan kosong
kita tidak lagi ada di sana
perbincangan kita tidak lagi bisa seperti ini
kereta akan jauh membawamu
Tapi tidaklah mengapa
mungkin memang harus demikian caranya
kebahagiaan lain telah menanti kita
yang saat ini belum tahu wujudnya
Yang pasti ...
di manapun kita berada sahabatku,
tujuan kita tetap sama
yaitu menggapai cinta-Nya
( Untaian kata dari E. Mumpuni P. untuk Triyugi Rizki W. )
akan ada hari yang bakal berbeda
meskipun setiap hari tidak ada yang sama
Mulai akhir purnama ini
tempat itu akan kosong
kita tidak lagi ada di sana
perbincangan kita tidak lagi bisa seperti ini
kereta akan jauh membawamu
Tapi tidaklah mengapa
mungkin memang harus demikian caranya
kebahagiaan lain telah menanti kita
yang saat ini belum tahu wujudnya
Yang pasti ...
di manapun kita berada sahabatku,
tujuan kita tetap sama
yaitu menggapai cinta-Nya
( Untaian kata dari E. Mumpuni P. untuk Triyugi Rizki W. )
December 08, 2006
Temani Saja
Mengapa aku harus meninggalkanmu lagi
Siapa yang ingin ...
Tidak melihatmu setiap hari
Tidak dapat bicara denganmu kapanpun aku suka
Sudah pernah
Sebelas tahun yang lalu
Sudah cukup
Menyiksaku
Tapi ...
Siapa yang tidak ingin
Membahagiakanmu
Inilah yang kau harap
Dariku saat ini
Dan aku tahu maksudmu
Bahwa ...
Untukmu berarti untukku pula
Ayahku sayang ...
Temani saja aku
Dengan doamu
Walau ...
Aku pasti
Merindukanmu
Setiap hari ...
Siapa yang ingin ...
Tidak melihatmu setiap hari
Tidak dapat bicara denganmu kapanpun aku suka
Sudah pernah
Sebelas tahun yang lalu
Sudah cukup
Menyiksaku
Tapi ...
Siapa yang tidak ingin
Membahagiakanmu
Inilah yang kau harap
Dariku saat ini
Dan aku tahu maksudmu
Bahwa ...
Untukmu berarti untukku pula
Ayahku sayang ...
Temani saja aku
Dengan doamu
Walau ...
Aku pasti
Merindukanmu
Setiap hari ...
Engkaupun Berarti
Di tempat itu kita sering berbincang
hingga tiada terasa senja menjelang
sepertinya baru semenit waktu berlalu
Aku dan kamu begitu asyik bicara
mengenai hikmah dari berbagai hal
dan itu memang kegemaran kita berdua
Tahukah kau ...
Tidak sedikit yang kudapat darimu
Kemandirian bukanlah kesepian,
lembut bukan berarti tidak bisa tegas,
lebihnya materi tidak berarti mudah meremehkan
Aku bahagia memilikimu
semoga kaupun selalu dalam rahmat-Nya
I love U my dear friend ...
( Untaian kata dari Endang Mumpuni Pangastuti u/ Triyugi Rizki Windarsi )
hingga tiada terasa senja menjelang
sepertinya baru semenit waktu berlalu
Aku dan kamu begitu asyik bicara
mengenai hikmah dari berbagai hal
dan itu memang kegemaran kita berdua
Tahukah kau ...
Tidak sedikit yang kudapat darimu
Kemandirian bukanlah kesepian,
lembut bukan berarti tidak bisa tegas,
lebihnya materi tidak berarti mudah meremehkan
Aku bahagia memilikimu
semoga kaupun selalu dalam rahmat-Nya
I love U my dear friend ...
( Untaian kata dari Endang Mumpuni Pangastuti u/ Triyugi Rizki Windarsi )
November 23, 2006
Doamu adalah doaku
Kelembutan tutur kata
Keluwesan gerakan
Saringan yang sangat baik yang kau punya
Seperti namamu yang indah
Ingin bertemu dan mendengarmu bicara
Apa doamu, sahabatku ?
Katakan saja ...
Doa yang kau panjatkan ingin aku panjatkan pula
Karena aku tidak punya apa-apa lagi
Kecuali mendoakanmu
Kau sudah punya semuanya, sayang
Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya
( ps. for Endang Mumpuni Pangastuti )
Keluwesan gerakan
Saringan yang sangat baik yang kau punya
Seperti namamu yang indah
Ingin bertemu dan mendengarmu bicara
Apa doamu, sahabatku ?
Katakan saja ...
Doa yang kau panjatkan ingin aku panjatkan pula
Karena aku tidak punya apa-apa lagi
Kecuali mendoakanmu
Kau sudah punya semuanya, sayang
Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya
( ps. for Endang Mumpuni Pangastuti )
November 21, 2006
Terbuka
Rumah itu selalu terbuka
Senyuman-senyuman yang terlihat
Seakan menghampiri tiada yang hambat
Rumah itu kini terbuka
Menyambut kerabat untuk menghantar
Kepergianmu yang pasti
Dan kami pun akan mengalami
Semoga kami dapat mewarisi
Hatimu yang selalu terbuka
Seperti rumahmu...
Senyuman-senyuman yang terlihat
Seakan menghampiri tiada yang hambat
Rumah itu kini terbuka
Menyambut kerabat untuk menghantar
Kepergianmu yang pasti
Dan kami pun akan mengalami
Semoga kami dapat mewarisi
Hatimu yang selalu terbuka
Seperti rumahmu...
November 15, 2006
Memutihlah
Aku bertemu biru langit
Tenanglah aku
Tak berapa lama
Aku bertemu kuning gading
Aku kira biru langit telah pergi
Meninggalkanku yang sering sendiri
Ternyata bukanlah seperti itu
Kuning gading adalah si biru langit
Yang telah mengubah dirinya
Dia semakin tenang
Menyebarkan sinarnya
Padaku
Mengelilingiku
Lebih menenangkan ombakku
Tetaplah di sini
Menemaniku
Atau memutihlah
Agar kita lebih baik
Lagi
Tenanglah aku
Tak berapa lama
Aku bertemu kuning gading
Aku kira biru langit telah pergi
Meninggalkanku yang sering sendiri
Ternyata bukanlah seperti itu
Kuning gading adalah si biru langit
Yang telah mengubah dirinya
Dia semakin tenang
Menyebarkan sinarnya
Padaku
Mengelilingiku
Lebih menenangkan ombakku
Tetaplah di sini
Menemaniku
Atau memutihlah
Agar kita lebih baik
Lagi
November 02, 2006
Dataran Rendah
Kami ingin bertemu dengan-Mu
Setiap saat
Agar kami merasa tentram
Tapi ...
Sekarang kami berada di dataran rendah
dan telah kehilangan jejak
Semoga Kau selalu bersedia memberi kami petunjuk
Setiap saat
Agar kami merasa tentram
Tapi ...
Sekarang kami berada di dataran rendah
dan telah kehilangan jejak
Semoga Kau selalu bersedia memberi kami petunjuk
November 01, 2006
Pengantar Kebahagiaan
Engkau pun ingin bahagia
Tapi
Lebaran kali ini engkau tidak pulang
Sama seperti 6 lebaran yang lalu
Kau memilih untuk berdiri di sini
Menunggu kereta tiba
Melihat ratusan orang turun dengan riang
Karena bertemu kerabat yang lama tak bersua
Masinis kami...
Tahukah kau ?
Kau lebih bahagia daripada ratusan orang itu
Karena engkau adalah pengantar kebahagiaan
Tapi
Lebaran kali ini engkau tidak pulang
Sama seperti 6 lebaran yang lalu
Kau memilih untuk berdiri di sini
Menunggu kereta tiba
Melihat ratusan orang turun dengan riang
Karena bertemu kerabat yang lama tak bersua
Masinis kami...
Tahukah kau ?
Kau lebih bahagia daripada ratusan orang itu
Karena engkau adalah pengantar kebahagiaan
October 26, 2006
Keluarga
Kami adalah keluarga teladan
Kami terpandang akan jabatan dan harta
Anak kami berjumlah 6 dan sudah menjadi orang sukses sekarang
Kami bangga sekali pada mereka
Walau...kunjungan mereka ke rumah dapat kami hitung dengan jari
Walau...salah satu dari mereka belum pernah menghubungi kami
Walau...salah satu dari mereka tidak disukai oleh masyarakat sekitar
Walau...salah satu dari mereka kerap memarahi kami
Walau...salah satu dari mereka adalah pengguna aktif narkoba
Begitulah
Kami memang keluarga bahagia
Kami terpandang akan jabatan dan harta
Anak kami berjumlah 6 dan sudah menjadi orang sukses sekarang
Kami bangga sekali pada mereka
Walau...kunjungan mereka ke rumah dapat kami hitung dengan jari
Walau...salah satu dari mereka belum pernah menghubungi kami
Walau...salah satu dari mereka tidak disukai oleh masyarakat sekitar
Walau...salah satu dari mereka kerap memarahi kami
Walau...salah satu dari mereka adalah pengguna aktif narkoba
Begitulah
Kami memang keluarga bahagia
October 18, 2006
Pasukan Berkuda
Engkau adalah Sang Penyaksi ...
Bahwa pasukan berkuda itu telah menghampiriku
Menawarkan janji yang terdengar indah
Aku melemah
Usahaku pun belum layak
Tapi
Aku ingin mencintai-Mu saja
Berilah aku kemampuan
Agar mereka tidak berminat menghampiriku lagi
Di hari kemudian ...
Bahwa pasukan berkuda itu telah menghampiriku
Menawarkan janji yang terdengar indah
Aku melemah
Usahaku pun belum layak
Tapi
Aku ingin mencintai-Mu saja
Berilah aku kemampuan
Agar mereka tidak berminat menghampiriku lagi
Di hari kemudian ...
October 17, 2006
Intisari
Kau boleh kata aku gila
Ya ...
Aku memang terlalu setia pada intisari
Jadi
Jangan salahkan aku bila ingin sepertimu
Sedikit saja
Apakah kau tidak menyadari ?
Saat kau berjalan ...
Aku ingin mengikuti langkahmu
Karena tujuanmu adalah epinasti
Saat kau bicara ...
Aku tidak ingin kehilangan satu huruf pun
Karena penuh dengan makna, kehati-hatian, dan keindahan
Silahkan kau sebut aku gila
Tidak apa-apa
Asal aku bisa menjadi sepertimu
Sekepal saja
Karena kau selalu membawa intisari
Dan aku ingin setia padanya
Ya ...
Aku memang terlalu setia pada intisari
Jadi
Jangan salahkan aku bila ingin sepertimu
Sedikit saja
Apakah kau tidak menyadari ?
Saat kau berjalan ...
Aku ingin mengikuti langkahmu
Karena tujuanmu adalah epinasti
Saat kau bicara ...
Aku tidak ingin kehilangan satu huruf pun
Karena penuh dengan makna, kehati-hatian, dan keindahan
Silahkan kau sebut aku gila
Tidak apa-apa
Asal aku bisa menjadi sepertimu
Sekepal saja
Karena kau selalu membawa intisari
Dan aku ingin setia padanya
October 04, 2006
Berlari
Menuju tanah tinggi
Tidak ingin lelah menerpa
Di sana lah ku ingin menghuni
Sang Penyayang ...
Meminta dengan harap yang ku bisa
Agar tiada lupa
Hingga henti berbuah sesal
Seakan esok tiada hari
Mungkin esok tiada hari
Bagi diri ini
Cemas beradu dengan haru
Teruslah beradu
Karena ini lah alasan ku ingin berlari
Tidak ingin lelah menerpa
Di sana lah ku ingin menghuni
Sang Penyayang ...
Meminta dengan harap yang ku bisa
Agar tiada lupa
Hingga henti berbuah sesal
Seakan esok tiada hari
Mungkin esok tiada hari
Bagi diri ini
Cemas beradu dengan haru
Teruslah beradu
Karena ini lah alasan ku ingin berlari
September 01, 2006
Kembali
Hei ... lihatlah
Dia sudah pulang
Tidak pernah
Aku melihat
Makna secara nyata
Impian yang kukira
Aku sambut lah dengan etika
Semoga diterima
Oh duhai Sang Kebijaksanaan ...
Penganut rasa keindahan
Tidak ada kata yang bisa mewakilkan
Setakut, sehormat, dan sesenang ini
Semoga kenan menyerta
Di bumi penuh ombak ini
Dia sudah pulang
Tidak pernah
Aku melihat
Makna secara nyata
Impian yang kukira
Aku sambut lah dengan etika
Semoga diterima
Oh duhai Sang Kebijaksanaan ...
Penganut rasa keindahan
Tidak ada kata yang bisa mewakilkan
Setakut, sehormat, dan sesenang ini
Semoga kenan menyerta
Di bumi penuh ombak ini
August 05, 2006
Tunggu Saja
Perbincangan itu belum juga selesai
Aku belum bisa memutuskan
Kemanakah perahu ini akan berlayar
Angin dan ombak lah yang selalu mengubah arahnya
Tolonglah kau mengerti keadaanku
Karena aku pun tak kuasa untuk meraihnya
Kecuali jika keajaiban datang menuju pintu rumahku
Aku belum bisa memutuskan
Kemanakah perahu ini akan berlayar
Angin dan ombak lah yang selalu mengubah arahnya
Tolonglah kau mengerti keadaanku
Karena aku pun tak kuasa untuk meraihnya
Kecuali jika keajaiban datang menuju pintu rumahku
July 09, 2006
Bila ini adalah ...
apa yang kamu inginkan ?
aku tidak punya apa-apa selain tulisan
masa yang telah terendam mendalam
ingin aku sibak tirai itu
bila ini adalah ...
waktu di mana aku bisa datang
aku pasti datang
lihatlah pagi ini
apakah ini adalah yang kamu cari ?
sampai kapan akan tetap seperti ini ?
berhenti bukanlah keinginanmu
hanya bila ini adalah ...
garis yang sudah tertanam dalam
sejak ribuan tahun yang lalu
aku tidak punya apa-apa selain tulisan
masa yang telah terendam mendalam
ingin aku sibak tirai itu
bila ini adalah ...
waktu di mana aku bisa datang
aku pasti datang
lihatlah pagi ini
apakah ini adalah yang kamu cari ?
sampai kapan akan tetap seperti ini ?
berhenti bukanlah keinginanmu
hanya bila ini adalah ...
garis yang sudah tertanam dalam
sejak ribuan tahun yang lalu
May 01, 2006
Manusia Berhutang
Keluarga
Dari sini aku berasal
Rumah
Di sini aku tumbuh
Keharmonisan
Melalui ini aku nyaman
Kebijaksanaan
Melalui ini jiwaku berkembang
Loyalitas
Tempat orangtuaku berpegang
Tak cukup sanggup mengembalikan
Luka yang sering aku tusukkan
Hati orangtuaku yang nyaris kehabisan darah
Ampuni aku Sang Pengampun
Kesempatan
Itu saja yang aku butuhkan
Tekad, tenaga, dan waktu
Untuk membayar semua hutang
Atas pengabdian mereka
Walau tidak mungkin terlunasi
Dari sini aku berasal
Rumah
Di sini aku tumbuh
Keharmonisan
Melalui ini aku nyaman
Kebijaksanaan
Melalui ini jiwaku berkembang
Loyalitas
Tempat orangtuaku berpegang
Tak cukup sanggup mengembalikan
Luka yang sering aku tusukkan
Hati orangtuaku yang nyaris kehabisan darah
Ampuni aku Sang Pengampun
Kesempatan
Itu saja yang aku butuhkan
Tekad, tenaga, dan waktu
Untuk membayar semua hutang
Atas pengabdian mereka
Walau tidak mungkin terlunasi
April 03, 2006
Kedatangan
Kurnia itu datang
Sesegar pagi hari yang memasuki hutan lebat dengan rumput luas di tengahnya
Dan aku sedang berada di sana
Seringan ayunan yang berada di tepi pantai dengan banyak pohon kelapa menjuntai
Dan aku tidur pulas dihembusnya
Sekesan hapal dan paham
Walau belum terlihat oleh mata
Searti namamu yang kerap aku ucap dan dengar di pagi hari
dalam keadaan duduk menerawang panjang
Seketika itu juga
aku tangkap untuk ku bawa ke mana-mana
Lalu aku cuma bisa ucapkan terima kasih, Sang Pengasih
Sesegar pagi hari yang memasuki hutan lebat dengan rumput luas di tengahnya
Dan aku sedang berada di sana
Seringan ayunan yang berada di tepi pantai dengan banyak pohon kelapa menjuntai
Dan aku tidur pulas dihembusnya
Sekesan hapal dan paham
Walau belum terlihat oleh mata
Searti namamu yang kerap aku ucap dan dengar di pagi hari
dalam keadaan duduk menerawang panjang
Seketika itu juga
aku tangkap untuk ku bawa ke mana-mana
Lalu aku cuma bisa ucapkan terima kasih, Sang Pengasih
February 20, 2006
The Good Stone
No one is the same
See it
Feel it
And you’ll get the difference
And then you’ll see which one is best
Don’t you ever think that you’re better than the others
It’s only about the time
Just wait
Then you’ll get the answer
That what you thought was absolutely wrong
You’re just a piece of rubbish
Many things are much better than you
Don’t you ever
Even once
Because you’re only a stone of million stones in this world
And you haven’t seen all of the stones
So you couldn’t guarantee that your stone is good
It’s possible that your stone might be the worst one
You have no idea about that
It’s because of the knowledge that you have is so small
Sorry for saying that
Here I’m talking about the fact
Probably that you haven’t got
All you need is doing something useful
for the people around
Nothing is better than this
Trust me
Guna Raja
Hari ini…
Semua terlihat seperti sedia kala
Orang-orang berjalan dengan santai
Ramai kendaraan
Walau kau naikkan harga minyak tanah
yang membuat orang-orang menganga
Walau kami tak dapat memasak makanan yang sama
karena biaya dikali dua
Walau setiap bertemu orang
hanya rintihan yang kami dengar
“Lapar… “
Semua terlihat seperti sedia kala
Kecuali hati kami
Hai para raja
Luka ini belum juga mengering
Sedikit guna kau bersanding di istana
Maafkan Saya
Bapak jangan pergi dulu
Saya belum mengucapkan terima kasih
Atas jasa Bapak pada hidup Saya ketika Saya kecil
Atas pesan Bapak
Yang tidak menggunakan kata-kata
Hanya perbuatan dan tatap mata
Tetapi selalu Saya ingat
Sampai sekarang pun masih terngiang-ngiang
Apalagi apabila Saya sedang mencari jawaban
Semuanya muncul tanpa Saya sadari
Saya yakin kalau Saya pasti bukan orang terakhir yang Bapak berikan jasanya
Tapi
Jangan biarkan Saya menjadi orang terakhir yang mengucapkan terima kasih
Bapak jangan berangkat dulu
Besok Saya menuju ke sana
December 19, 2005
Kasihan
Kau
Selalu memberi tetapi jarang memintaku
Padahal sangat berhak bagimu
Selalu menghibur tetapi jarang menghukumku
Padahal sangat wajib bagiku
Selalu memuji tetapi jarang mencibirku
Padahal sangat cocok bagiku
Selalu membesarkan tetapi jarang mengecilkan hatiku
Padahal sangat layak bagiku
Sekarang apalagi kalau bukan karena Kau selalu mengasihani aku
Aku mohon
Teruslah kasihan padaku
Karena hanya itu yang akan membantuku bertahan
dari yang aku datangi dan aku jemput
dari yang mendatangiku dan yang menjemputku
Rasa Kasihan darimu
seperti selimut di kala hujan
seperti cangkang pada kerang
seperti pelukan ibu pada anak-anaknya
Kasihanilah aku selama-lamanya
seperti lebih dari yang aku bisa bayangkan
Suara
Menggelegarrr !
Menyapa
di saat aku akan bangkit
Memanggil
di saat aku sedang hilang ingatan
Menegur
di saat aku sedang terbuai matahari
Menasihati
di saat aku sedang kepala batu
Akan hadir
untuk menemaniku kembali
aku harap ketika aku masih mengenalnya
December 14, 2005
Pesan Buat KANAN
Kalau memang itu yang kamu katakan
Baiklah
Aku rasa sudah saatnya berangkat
karena perahu sebentar lagi datang
Biar kamu saja yang mengayuh dulu
Setelah itu aku akan membantu
Menuju tempat yang sudah direncana
Semoga kita sampai ke sana
Aku mengerti maksudmu
dan aku tidak akan melupakan
kerja kerasmu yang melelahkan
Di sini
aku agak letih
jadi sebelum tenagaku habis
Kita tetapkan saja keberangkatan ini
dengan lingkaran tembaga
yang selalu menjaga di belakang
Baiklah
Aku rasa sudah saatnya berangkat
karena perahu sebentar lagi datang
Biar kamu saja yang mengayuh dulu
Setelah itu aku akan membantu
Menuju tempat yang sudah direncana
Semoga kita sampai ke sana
Aku mengerti maksudmu
dan aku tidak akan melupakan
kerja kerasmu yang melelahkan
Di sini
aku agak letih
jadi sebelum tenagaku habis
Kita tetapkan saja keberangkatan ini
dengan lingkaran tembaga
yang selalu menjaga di belakang
Pesan Buat KIRI
Aku tahu kamu ada di sana
Jadi kamu tidak perlu khawatir
karena aku pasti ke sana
hanya untuk memastikan
aku tidak pernah main-main
Perjanjian ini merupakan bukti
tidak ada makhluk yang bisa sendiri
dan untuk meluruskan niat
diperlukan kesabaran yang teguh
Ketika aku datang
aku harap kamu sudah mempersiapkan
Tidak ada yang sulit apabila kita sudah bertekad
Hanya hati bersih yang bisa
Jadi aku minta kamu untuk selalu membersihkannya
Keberangkatan ini sudah aku rencanakan sejak awal
Mimpi yang dulu terbayang
telah terwujud
Semoga kamu bisa memahami maksudku
Jadi kamu tidak perlu khawatir
karena aku pasti ke sana
hanya untuk memastikan
aku tidak pernah main-main
Perjanjian ini merupakan bukti
tidak ada makhluk yang bisa sendiri
dan untuk meluruskan niat
diperlukan kesabaran yang teguh
Ketika aku datang
aku harap kamu sudah mempersiapkan
Tidak ada yang sulit apabila kita sudah bertekad
Hanya hati bersih yang bisa
Jadi aku minta kamu untuk selalu membersihkannya
Keberangkatan ini sudah aku rencanakan sejak awal
Mimpi yang dulu terbayang
telah terwujud
Semoga kamu bisa memahami maksudku
November 19, 2005
Siang Benderang
(menggigil)
Menusuk tulang
(Lihat kanan kiri atas bawah)
Di mana aku sekarang ?
Mengapa tanah menjadi putih ?
Pohonnya saja tidak berdaun
Siapa yang membawaku ke sini ?
(memegang perut)
(bangkit dari duduk)
Tolong!
Suaraku tidak keluar?
(menangis sebentar)
Aku harus cari orang
(jalan cepat)
Menusuk tulang
(Lihat kanan kiri atas bawah)
Di mana aku sekarang ?
Mengapa tanah menjadi putih ?
Pohonnya saja tidak berdaun
Siapa yang membawaku ke sini ?
(memegang perut)
(bangkit dari duduk)
Tolong!
Suaraku tidak keluar?
(menangis sebentar)
Aku harus cari orang
(jalan cepat)
Berjalan
Seperti kain
Sangat halus dan tak bersuara
Kulitmu bersih
Seperti tersiram air terjun
Matamu sayu
Menyirat kata
Hijau biru terang, terang sekali
Siapa yang melahirkanmu
Pasti sungguh indah perangainya
Mampirlah ke sini
Walau hanya satu lagu
Gerakanmu yang bisu
Sudah cukup buatku
Membeku
Sangat halus dan tak bersuara
Kulitmu bersih
Seperti tersiram air terjun
Matamu sayu
Menyirat kata
Hijau biru terang, terang sekali
Siapa yang melahirkanmu
Pasti sungguh indah perangainya
Mampirlah ke sini
Walau hanya satu lagu
Gerakanmu yang bisu
Sudah cukup buatku
Membeku
Apakah Masih
Apa kabarmu ?
Apakah kau sehat-sehat saja?
Apakah kau sudah mengelilingi kota itu ?
Yang di dalamnya banyak orang putih
Apakah kau masih suka pakai baju hitam ?
Yang kau cuci sendiri
Apakah sepatumu masih hitam ?
Dengan 3 garis putih
Apakah 4 sahabatmu masih di kota ?
Yang kerap bersamamu mencari hiburan
Apakah kau masih pulang pagi ?
Gara-gara kerjaan yang malam
Apakah kau masih suka ayam goreng ?
Yang kau masak sendiri
Apakah kau masih seperti dulu ?
Bicara seperti saudara kandung
Apakah kau masih menyayangiku ?
Apakah kau sehat-sehat saja?
Apakah kau sudah mengelilingi kota itu ?
Yang di dalamnya banyak orang putih
Apakah kau masih suka pakai baju hitam ?
Yang kau cuci sendiri
Apakah sepatumu masih hitam ?
Dengan 3 garis putih
Apakah 4 sahabatmu masih di kota ?
Yang kerap bersamamu mencari hiburan
Apakah kau masih pulang pagi ?
Gara-gara kerjaan yang malam
Apakah kau masih suka ayam goreng ?
Yang kau masak sendiri
Apakah kau masih seperti dulu ?
Bicara seperti saudara kandung
Apakah kau masih menyayangiku ?
Aliranmu
Bertemu engkau
Datang dari semua arah
Mencari suapan
Berguna dirimu
Bagi mereka
Orang pulang
Tersenyum senang
Waktu yang mana
Aku bisa rangkaikan
Sampai matipun tidak sampai
Hanya setetes dari aliran
Meniru engkau
Yang tak terjangkau
Datang dari semua arah
Mencari suapan
Berguna dirimu
Bagi mereka
Orang pulang
Tersenyum senang
Waktu yang mana
Aku bisa rangkaikan
Sampai matipun tidak sampai
Hanya setetes dari aliran
Meniru engkau
Yang tak terjangkau
November 04, 2005
Karpet Pilihan
Pilih sendiri karpetmu.
Sesuai dengan keinginanmu.
Yang akan membawamu ke suatu tempat.
Yang sering kau lupakan 2 tempat itu.
Hati-hatilah dalam memilih 1 di antara 2.
Karena mereka itu bertolak belakang.
Sama seperti yang kau kerjakan.
Melakukan sedikit, ingin mendapat banyak.
Sebaiknya kau pilih yang banyak.
Tanpa peduli kata bagus dari kerabat.
Mereka itu hanya kilat.
Datang tanpa kesan melekat.
Lebih baik pilih lakukan banyak.
Agar karpetmu melesat.
Ke tempat yang kau harap.
October 23, 2005
Penjaga Kebun
Kami ini hanya penjaga kebun.
Kebun yang pernah kami beli 30 tahun yang lalu.
Yang selalu kami usahakan pengelolaannya.
Dari menanam sampai menyemprot hama.
Yang setiap tahun buahnya kami jual.
Kami ini hanya penjaga kebun.
Yang tidak pernah percaya akan ilmu pasti.
Hingga suatu saat kebun kami tak berbuah.
Walau seperti biasa kami sirami.
Pelajaran selalu datang kepada kami.
Karena setelah berupaya, hanya menunggu yang kami mampu.
Kemurahan dari pemilik kebun itu.
Yang hanya berikan 1 kesulitan di atas 29 kemudahan.
Jadi, kami ini hanya penjaga kebun.
Yang tetap akan menunggu.
Sampai hari yang terbatas bagi nafas.
October 02, 2005
Kembalikan Arca
Pesan Anda telah disampaikan
Mereka terima semua laksana
Syarat Mereka telah Anda duga
Akan ambil kembali Arca
Yang bersanding di tembok bambu
Anda kata besok kan sirna
Mereka tahu semua rahasia
Bahwa Anda hanya bisa bergema
Tanpa menoleh pada iba
Muda belia dan tua renta
Pesan Mereka telah disampaikan
Demi waktu yang tersisa
Lebih baik Saya ayun gerobak kayu
Sebrangi sungai lewati gua
Bantu Mereka mengambil Arca
Yang bersanding di tembok bambu
September 21, 2005
Pemilik
Andalah pemiliknya
Saya hanya ingin pinjam sebentar
Tidak akan lama-lama
Tidak punya tenaga untuk mencurahkan semua harapan
Yang sedikit sekali keluar dari ubun-ubun
Mudah-mudahan Anda merelakannya
Apakah Anda tahu siapa yang bisa manfaatkan barang Anda dengan baik ?
Mungkin hanya Anda sendiri
Tapi Saya hanya sebentar saja
Setengah hari pun tidak sampai
Bagaimana kalau nanti ada yang tergores ?
Saya minta maaf sekali
Mudah-mudahan Anda selalu merelakannya
August 23, 2005
Bahagia ?
Aku pergi ke Utara.
Mereka : Tanah kami tandus.
Aku beri Mereka air.
Aku pergi ke Selatan.
Mereka : Panen kami dicuri orang.
Aku buatkan Mereka pagar.
Aku pergi ke Barat.
Mereka : Anak kami tertusuk pagar.
Aku panggilkan Mereka dokter.
Aku pergi ke Timur.
Mereka : Dokter kami cabul.
Aku panggilkan mereka polisi.
Aku pergi ke Barat Laut.
Mereka : Polisi kami pemeras.
Aku panggilkan polisi internasional.
Aku pergi ke Timur Laut.
Mereka : Kami tidak paham bahasa polisi asing itu.
Aku bawakan mereka penerjemah.
Aku pergi ke Barat Daya.
Mereka : Semua orang belajar bahasa polisi asing itu. Tanah kami terlantar.
Aku pulangkan penerjemah itu ke asalnya.
Aku pergi ke Tenggara.
Mereka : Sekarang kemarau. Tanah kami tandus.
Aku beri mereka air.
Mereka : Tanah kami tandus.
Aku beri Mereka air.
Aku pergi ke Selatan.
Mereka : Panen kami dicuri orang.
Aku buatkan Mereka pagar.
Aku pergi ke Barat.
Mereka : Anak kami tertusuk pagar.
Aku panggilkan Mereka dokter.
Aku pergi ke Timur.
Mereka : Dokter kami cabul.
Aku panggilkan mereka polisi.
Aku pergi ke Barat Laut.
Mereka : Polisi kami pemeras.
Aku panggilkan polisi internasional.
Aku pergi ke Timur Laut.
Mereka : Kami tidak paham bahasa polisi asing itu.
Aku bawakan mereka penerjemah.
Aku pergi ke Barat Daya.
Mereka : Semua orang belajar bahasa polisi asing itu. Tanah kami terlantar.
Aku pulangkan penerjemah itu ke asalnya.
Aku pergi ke Tenggara.
Mereka : Sekarang kemarau. Tanah kami tandus.
Aku beri mereka air.
July 25, 2005
Kasih Adab
Saya mempertimbangkan bahwa Anda sedang bersenda gurau.
Orang-orang tidak pernah menyangka bahwa Anda akan menjadi seperti sekarang.
Saya memperkirakan bahwa Mereka akan merubah arah.
Setelah keletihan, bukanlah suatu hal yang sia-sia.
Saya memahami alasan Anda mengikutsertakan antara.
Anda pun mengerti mengapa Saya mempertanyakan semua hal yang terlintas.
Mereka, Anda, dan Saya.
Sudah cukup untuk menciptakan jutaan elemen epinasti.
Adab Anda sangat Saya hargai.
Kasih Mereka selalu meresapi jiwa Saya.
BBM...BBM...
Rumah itu BBM, kalau bukan dari jerih payah kamu sendiri.
Mobil itu BBM, kalau hanya dipakai buat jalan-jalan dan pamer.
Waktu itu BBM, kalau kebanyakan konsumsi tanpa produksi sesuatu.
Uang itu BBM, kalau dapetnya karena KKN.
Jiwa ragamu itu BBM, karena cuma titipan Tuhan dan bakal menguap sampai kamu ga sadar kalau ternyata sudah habis cerita. (layaknya the real BBM)
ps.
*BBM = Bukan Buat Mu
*The Real BBM = Bahan Bakar Minyak
*KKN = Korupsi Kolusi dan Nepotisme
Mobil itu BBM, kalau hanya dipakai buat jalan-jalan dan pamer.
Waktu itu BBM, kalau kebanyakan konsumsi tanpa produksi sesuatu.
Uang itu BBM, kalau dapetnya karena KKN.
Jiwa ragamu itu BBM, karena cuma titipan Tuhan dan bakal menguap sampai kamu ga sadar kalau ternyata sudah habis cerita. (layaknya the real BBM)
ps.
*BBM = Bukan Buat Mu
*The Real BBM = Bahan Bakar Minyak
*KKN = Korupsi Kolusi dan Nepotisme
Adik Kecil
Adek,
Nama kamu siapa ?
Rumah kamu di mana ?
Ayah kamu di mana ?
Ibu kamu di mana ?
Kamu ngapain di sini ?
Mana teman-teman kamu ?
Aku nggak mau ngelihat kamu kepanasan di sini !
Aku nggak mau ngelihat ekspresi wajah sedih kamu di sini !
Aku nggak pengen ngelihat kamu capek di sini !
Adek,
Aku belum punya apa-apa
Aku cuma punya ratusan rupiah buat kamu
Tapi,
Aku pengen kamu tahu
Kalo aku juga bisa ngerasain semua itu
Itu perih, pedih, dan menyedihkan
Dan aku nggak akan membiarkan itu terjadi terus sama kamu
Bagaimanapun caranya
Adek,
Kamu hebat !
Jangan khawatir yah !
Aku juga sedang berusaha
Seperti kamu
Subscribe to:
Posts (Atom)